Tampilkan postingan dengan label Belajar Bahasa Jepang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Belajar Bahasa Jepang. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 Januari 2011

BELAJAR TULISAN JEPANG

Buat belajar bahasa jepang, intinya pertama2 kita harus belajar 3 tipe huruf, yaitu hiragana, katakana, dan kanji. banyak orang awam yang sblm belajar bahasa jepang udah ketakutan gara2 huruf2 ini, padahal buat belajar huruf2 ini sama skali ga susah. sebelum gw kasih diagram huruf ini, gw kasih tau dulu perbedaan2nya.

1. Hiragana

Huruf hiragana itu adalah huruf standard jepang (kayak abjad di alphabet lah). jadi biasanya anak2 tk kalau belajar tulisan, mulai dari hiragana dulu. sementara kalau udah sd, udah mulai belajar kanji. oh iya, kalo mau blajar jepang, at least harus bisa baca hiragana. gampang kok, coba2 aja di ulang2, paling dalem sehari juga udah apal

l

Chart hiragana di atas adalah struktur hiragana yang paling dasar. kalo smua hiragana yang ada di chart atas udah apal smua, kita lanjutin ke bawah yok! yang di bawah tinggal tambahan2nya doang kok. perhatiin deh, cuma beda titik dua dan buletan. tapi kalo kita tambahin titik dua atau buletan di sebelah atas tulisan hiragana, bunyinya bakal berubah. kita liat deh bedanya :

hirchart2.jpg

Kalo chart yang di atas udah bisa juga, kita lanjutin ke bagian terakhir. jadi kita bisa ngegabungin huruf hiragana dengan huruf hiragana yang kecil. nih kita liat bunyi2nya :

Skarang coba deh baca kalimat di bawah ini, pelan2 aja :

Kalo kita liat contoh nomor 1, knapa huruf “ha” bacanya jadi “wa”? huruf “ha” disitu fungsinya hanya sebagai penanda subjek, dimana subjeknya kan “saya” / “watashi”. jadi kalo kita nulis “ha” yang berfungsi sebagai penanda subjek doang, bacanya menjadi “wa”. oh iya, ini ada web utk belajar cara nulis hiragana yang bener : klik disini

2.Katakana

Huruf katakana adalah huruf yang digunain buat nulis kata2 serapan. berhubung abjad standard jepang ga bisa mencakup seluruh pronounciation dari bahasa lain (kayak misalnya huruf V, huruf W, dll), orang jepang membuat beberapa huruf2 khusus untuk melafalkan bunyi2 yang ga ada di bahasa standard jepang. jadi untuk penulisan nama orang2 asing (kayak kita2 gini), harus make huruf katakana.

kana1a.jpg


Sama kayak hiragana, ada 5 huruf dalam katakana yang bisa berubah kalo ditambahin titik dua atau buletan :

kana2.jpg

Karena di bahasa jepang ga ada pelafalan huruf “v”, bunyi “wi” dan beberapa bunyi lain, untuk men-jepang-kan bahasa asing yang mengandung bunyi2 tsb ada beberapa tambahan kombinasi huruf di katakana:

contohkat1.gif

3. Kanji

Kanji itu sbenernya aksara yang pertama kali dibuat oleh cina (tapi skarang korea lagi ngotot, katanya korea yang nemuin hehe), dan menurut sejarah jaman dulu banget, ada utusan dari jepang yang dateng ke cina untuk mempelajari huruf2 ini. sampe akhirnya berlakulah sistem penulisan kanji juga di jepang. kanji cina dan jepang sama persis, ga ada bedanya. cuma di cina sendiri (kecuali taiwan), kanji yang di pake skarang ini adalah kanji yang udah di modifikasi menjadi lebih mudah. sementara di jepang masih kanji dengan versi original.

Cara membaca kanji sendiri dibagi menjadi 2 jenis : kunyomi dan onyomi. kunyomi adalah cara membaca versi jepang, sementara onyomi adalah cara membaca versi cina. kunyomi biasanya dipake untuk nulis kata2 kerja (kebanyakan sih kata kerja, tapi ada kasus2 lain juga), sementara onyomi untuk kata2 gabungan. dulu gw sempet bingung, katanya onyomi adalah cara membaca kanji versi cina, tapi kok bunyinya bener2 beda ya ama kanji bahasa cina? tapi setelah gw tanya2 sama orang2 cina daratan, banyak sih bunyi kanji mereka sama kanji jepang yang “rada” mirip kalo dibaca dengan onyomi, walaupun sbenernya beda cara bacanya (mungkin krn orang jepang ga bisa ngebaca dengan logat cina, makanya akhirnya logat cina-nya pun dijadiin logat jepang hehehe).

taberu.gif Kanji disebelah kiri ini cara bacanya “Taberu” yang artinya adalah makan. ini adalah salah satu contoh cara pembacaan kanji dengan kunyomi atau cara baca versi jepang. jadi biasanya kalo pembacaan dengan kunyomi, selain kanji, ada kombinasi dari hiragana juga.

nomu.gif Nah skarang gw kasih contoh ke dua. kanji disebelah kiri ini adalah kanji dengan cara baca kunyomi (ada hiragananya lagi kan disebelah kanannya), bunyinya “Nomu” yang artinya minum. selain ada kanji disebelah kanannya, di atas kanji-nya sendiri ada hiragana kan? nah itu disebut furigana. furigana sbenernya ga usah di tulis juga gpp, tapi untuk ngebantu anak kecil atau orang2 asing supaya gampang baca kanji, kadang2 suka ditambahin di atas kanji itu sendiri sbg penuntun.

inshoku.gif Ok, skarang sebagai contoh cara baca onyomi / versi cina, kita liat gambar di kiri deh. cara bacanya “inshoku” yang artinya makan dan minum. jadi biasanya kalo ada kanji gabungan kayak gini, cara membacanya dengan onyomi (versi cina), walaupun banyak juga sih kasus2 yang harus dibaca dengan kunyomi. jadi dari contoh yang gw kasih tadi bisa keliatan kan kalo 1 buah kanji itu ada macem2 cara bacanya. misalnya kanji makan, kalo dibaca dengan kunyomi bunyinya “Taberu”, tapi kalo dibaca dengan onyomi bunyinya “shoku”. kanji minum juga kayak gitu, kalo dengan kunyomi bacanya “Nomu”, tapi kalo dengan onyomi bacanya “in”.

Jujur sih kalo buat blajar kanji emang harus niat. kalo cuma pengen skedar bisa ngomong bahasa sehari2 aja sih, ga penting2 banget menurut gw. asal bisa hiragana, katakana, dan kanji2 dasar aja udah cukup kok. kalau udah bisa baca, coba belajar grammar yok!


Rabu, 07 Juli 2010

Kata sifat (KS)

Kata sifat (KS) dalam bahasa Jepang ada 2 yaitu :

1. Keiyooshi : ikeyooshi : i
reibun (contoh) :
Takai : mahal, tinggi
Yasui : murah
Muzukashii : sulit
Atarashii : baru

Bentuk (+) :.........KS desu.
Contoh :

watashi no zasshi wa takai desu.
(majalah saya mahal)

Bentuk (-) : i di belakang kata KS berubah jadi kunai
contoh :

watashii no zasshi wa takaikunai desu.
(majalah saya tidak mahal)

Bentuk lampau (+) : i menjadi katta
contoh :

watashii no zasshi wa takakatta desu.

Bentuk lampau (-) : i menjadi kunakatta
contoh :

watashii no zasshi wa takakunakatta desu.


2. Keiyoodooshi : nakeyooshi : na
ribun (contoh) :

Genki na : sehat
Hansamura : tampan
Shinsetsu : ramah
Kinben na : rajin

Bentuk (+) :.......KS + desu
contoh :

Anata no haha wa shinsetsu na desu.
(ibu kamu ramah)

Bentuk (-) :.......KS + dewa arimasen
contoh :

anata no haha shinsetsu na dewa arimasen
(ibu kamu tidak ramah)

Bentuk lampau (+) :.......KS + deshita.
Contoh :
anata no haha wa shinsetsu na deshita

Bentuk lampau (-) :.......KS + dewa arimasen + deshita.
Contoh :

anata no haha wa shinsetsu na dewa arimasen deshita

kalau semisal kita mau menggabungkan kata sifat : i berubah menjadi kute.
Contoh :

Baru dan mahal : atarashikute takai watashi no koban wa atarashikute takai desu.
(tas saya baru dan mahal)

"na" berubah menjadi "de"
contoh :

cantik dan ramah : kirei de shinsetsu na
anata wa kirei de shinsetsu na desu.
(anda cantik dan ramah)

Kata ganti dalam bentuk jamak

Kata ganti dalam bentuk jamak

(i.e "kami", "mereka", dan sebagainya)

untuk membentuk kata ganti jamak. Anda bisa menambahkan akhiran -tachi atau -ra (untuk penggunaan informal) pada kata ganti tunggal.

Contoh :

[JAP] "watashi" + "-tachi : "watashitachi"
[INA] (saya) + (-tachi) : (kami)
[JAP] "kare" + "-ra" : "karera"
[INA] (dia) + (-ra) : (mereka)
--> umumnya untuk menyatakan sekelompok laki-laki meskipun begitu, penggunaan akhiran -ra dan -tachi ini sangat tergantung pada kata ganti apa yang hendak anda imbuhkan. Misalnya, anda bisa saja membentuk jamak dari kata "boku" menjadi "bokura" serta "bokutachi" - tetapi, anda tak bisa membentuk kata ganti jamak seperti "kimira" (kimi + ra) atau "watashira" (watashi + ra).
Catatan tambahan mengenai suffix -tachi
secara umum, -tachi mempunyai kegunaan tambahan. Yaitu menyatakan grup yang menyertai seseorang. Di bahasa Indonesia. Kita biasa menyebutnya "dan kawan-kawan".

Contoh :

[JAP] Yamada-san-tachi wa Tokyo e ikimasu
[INA] tuan Yamada dan kawan-kawan pergi ke Tokyo

akhiran -tachi juga dapat di gunakan untuk menyatakan keadaan benda yang "banyak" atau "lebih dari satu".

Contoh :

[JAP] koibitotachi
[INA] "pasangan kekasih"
--> bisa juga bermakna "pasangan-pasangan kekasih"
[JAP] hitotachi
[INA] "orang-orang" / "banyak orang"

Kata ganti orang ketiga tunggal

Kata ganti orang ketiga tunggal

(i.e. "dia", "orang itu", dan sebagainya)

[JAP] "kare"
--> di pakai untuk menyatakan "dia" yang merujuk pada laki-laki. Kurang lebih sama dengan "he" dalam bahasa inggris.
CATATAN : kata ini bisa juga di gunakan untuk menyebut kekasih (pria);
meskipun begitu bentuk yang lebih umum untuk fungsi tersebut adalah "kareshi"

[JAP] "kanoko"
--> di pakai untuk menyatakan "dia" yang merujuk pada perempuan;
kurang lebih sama dengan kata "she" dalam bahasa inggris. Sama dengan "kare", "kanojo" juga di pakai untuk menyebut kekasih (dalam hal ini wanita)

[JAP] "aitsu"
--> bentuk informal untuk menyatakan "orang itu". Berasal dari gabungan kata "ano" (itu) + "yatsu" (orang / sekarang)

[JAP] "soitsu"
--> informal, sama dengan "aitsu" gabungan dari kata "sono" (itu) + "yatsu" relatif jarang di bandingkan "aitsu"

[JAP] "koitsu"
--> bentuk informal untuk menyatakan "orang ini" gabungan dari kata "kono" (ini) + "yatsu".

Kata ganti orang kedua

Kata ganti orang kedua

(i.e. "anda", "kamu", dan sebagainya)

[JAP] "anata"
--> bentuk umum untuk mengatakan "anda". Bisa juga di gunakan untuk kepentingan formal.

[JAP] "kimi"
--> kurang lebih sama dengan kata "kamu" di bahasa Indonesia. Bisa juga di pakai untuk berdiskusi dengan teman atau orang yang lebih muda daripada anda.

[JAP] "omae"
--> lebih kasar di bandingkan "kimi". Umumnya di gunakan dalam pergaulan di mana anda tak merasa perlu menghormati orang-orang di dalamnya. Penggunaannya mirip kata "lu" dalam dialek "gua-elu"

[JAP] "anta"
--> hanya di gunakan pada rekan akrab, atau pada orang yang lebih 'tinggi' tapi tidak ingin anda hormati.

[JAP] "temme"
--> kata ini di gunakan jika anda sedang ingin merendahkan lawan bicara.

[JAP] "kisama"
--> kata "kamu" yang sarkastis. Bisa di gunakan kalau anda punya orang yang anda benci sedemikian hingga anda siap berkelahi dengannya saat itu juga.

[JAP] "onore"
--> hanya di gunakan untuk mengutuk dan menghina, SANGAT kasar.

DRAJAT KESOPANAN
berhubung kesopanan adalah hal yang sangat menentukan dalam bahasa dan budaya Jepang (di samping situasi di mana diskusi berlangsung).
Maka berikut ini saya mengurutkan kata ganti di atas berdasarkan nilai kesopanannya.
Urutannya kurang lebih sebagai berikut :

1. Anata
(sopan, tapi umum juga di gunakan dalam keseharian)
2. Kimi
(informal)
3. Anata
(tidak hormat)
4. Omae
(agak kasar)
5. Temme = Kisama
(sangat menghina)
6. Onore
(mengutuk lawan bicara. Jarang di gunakan)

Kata ganti orang pertama

Kata ganti orang pertama

(i.e. "saya", "aku", dan sebagainya)

[JAP] "watashi"
--> kurang lebih sama dengan "saya" di bahasa indonesia. Konotasinya netral;
bisa di gunakan baik oleh pria maupun wanita.

[JAP] "watakushi"
watakushi - sama dengan "watashi"
--> kata ganti sangat formal;
biasa di ucapkan oleh politisi / orang yang memiliki kedudukan sosial yang tinggi di masyarakat.

[JAP] "atashi"
"atashi" sama dengan "watashi"
--> kata ganti "saya", khusus di gunakan oleh wanita. Lebih informal dari pada "watashi"

[JAP] "atakushi"
"atakushi" - sama dengan "watashi"
--> bentuk lebih formal dari "atashi" merupakan bentuk feminin dari "watakushi"

[JAP] "boku"
--> mirip seperti "aku" dalam bahasa Indonesia. Umumnya hanya di gunakan oleh pria. Walaupun tokoh-tokoh wanita seperti Ayu Tsukimiya dan Hiyori Kusakabe juga memakai kata ini untuk menyebut diri mereka.

[JAP] "ore"
--> penggunaannya mirip kata "gue" dalam bahasa gaul Indonesia. HANYA di gunakan oleh pria dalam pergaulan;
tendensinya lebih kasar dari pada "boku" dan cenderung meninggikan diri sendiri.

[JAP] "washi"
--> yang ini hanya di gunakan oleh orang-orang tua

[JAP] "ware"
--> artinya sama dengan "saya", IMO, penggunaannya tak jauh berbeda di bandingkan dengan "watashi"

DRAJAT KESOPANAN
berhubung kesopanan adalah hal yang sangat menentukan dalam bahasa dan budaya Jepang (di samping situasi di mana diskusi berlangsung).
Maka berikut ini saya mengurutkan kata ganti di atas berdasarkan nilai kesopanannya, urutannya kurang lebih sebagai berikut :

1. Watakushi : Atakushi
(sangat sopan)
2. Watashi : Washi : Ware
(sopan, tapi umum juga di gunakan dalam keseharian)
3. Atashi : Boku
(informal)
4. Ore
(sangat informal)

Zodiak

Zodiak dalam bahasa Jepang memiliki arti tersendiri.

- Ohitsuji-za (Aries)
- Oushi-za (Taurus)
- Futago-za (Gemini)
- Kani-za (Cancer)
- Shishi-za (Leo)
- Otame-za (Virgo)
- Tenbin-za (Libra)
- Sasori-za (Scorpio)
- Ite-za (Sagitarius)
- Yagi-za (Capricornus)
- Mizugame-za (Aquarius)
- Uo-za (Pisces)

Pribahasa

Di bawah ini adalah sebagian contoh pribahasa Indonesia yang di terjemahkan ke dalam bahasa Jepang.

>> Tiada rotan akarpun jadi :
Naki ni wa masaru <<

>> Dikit-dikit lama-lama jadi bukit :
Chiri mo tsumoreba yama to naru <<

>> Anjing menggonggong, kafilah berlalu :
Hito wa iwasete oke, inu wa hoesasete oke <<

>> Dapat durian runtuh :
Koborezaiwai <<

>> Kegagalan adalah pangkal keberhasilan :
Shippai wa seiko no moto <<

>> Masuk dari kuping kiri, keluar dari kuping kanan :
Uma no mimi ni nenbutsu <<

>> Tong kosong nyaring bunyinya :
Mishirazu no kuchitaki <<

>> Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ketepian :
Ku wa raku no tane <<

>> Tiada tempat yang lebih baik dari pada rumah kita sendiri :
Sumeba miyako <<

>> Sekali tembak dapat dua burung :
Isseki nicho <<

Kamis, 01 Juli 2010

Pola Kalimat

1. Pola SP : subyek + wa + predikat + (desu)

* (desu) dipakai bila predikat bukan kata kerja

* wa adalah partikel setelah subyek

contoh :

- watashi wa neru : saya tidur

- watashi wa Indonesia-jin desu :
saya orang Indonesia

- Jakarta wa nigiyaka desu : Jakarta ramai

2. Pola SOP : subyek + wa + obyek + o + predikat

* o adalah partikel penghubung antara obyek dengan predikat

contoh :

- watashi wa gohan o taberu :
saya makan nasi

- watashi wa mizu o nomu :
saya minum air

3. Pola Umum : subyek + wa + ket waktu + ni + ket tempat + obyek + o + predikat

* ni adalah kata depan waktu

* ket waktu dan ket tempat bisa berubah posisinya.

Contoh :

- watashi wa nichiyoubi ni Jakarta e iku : saya hari minggu pergi ke Jakarta

- warashi wa shokudo de shichiji ni gohan o taberu : saya makan nasi di kantin jam 7.

Hukum DM

Hukum DM (Diterangkan Menerangkan)
berlaku dalam Bahasa Indonesia. Hukum ini dipakai saat menggabungkan 2 buah kata

contoh : kertas putih (kertas : kata yang di terangkan, putih = kata yang menerangkan)

Berbeda dengan bahasa inggris misalnya, mereka menggunakan hukum MD. Jadi kata yang menerangkan di taruh di depan, seperti white paper (bukan paper white)

Bahasa Jepang juga menggunakan hukum MD, seperti Bahasa Inggris.

Misalnya :

- Siroi kami (kertas putih)

- Atsui hon (buku tebal) dll

Kata sifat dengan kata benda

Penggabungan kata sifat dengan kata benda

A. Kata sifat 1

Rumus : kata sifat 1 + kata benda (tidak perlu partikel)

contoh :

- Kurai heya : kamar gelap

- Amai mikan : jeruk manis

B. Kata sifat 2

Rumus : kata sifat 2 + na (partikel) + kata benda (perlu partikel "na")

contoh :

- Shizuka ni machi : kota yang sepi

- Kirei na hito : orang yang cantik

Kata sifat dengan kata kerja

Penggabungan kata sifat dengbn kata kerja

A. Kata sifat 1

Rumus : kata sifat 1 (i => ku) + kata kerja

contoh :

- Hayaku hashiru : lari dengan cepat

- Ookiku naru : menjadi besar

B. Kata sifat 2

Rumus : kata sifat 2 + ni (partikel) + kata kerja (perlu partikel "ni")

contoh :

- Kirei ni arau : mencuci dengan bersih

- Shizuka ni shinasai! = mohon tidak berisik

Struktur

Struktur kalimat dalam bahasa jepang berbeda dengan bahasa kita, struktur kalimatnya yaitu :

[SUBYEK] + [OBYEK] + [PREDIKAT]

contoh :

+ watashi wa udon o taberu desu
- watashi = saya, udon = mie, taberu = makan
+ saya makan mie

Dari contoh di atas kita lihat bahwa UDON = MIE yang berjabatan sebagai OBYEK di letakkan setelah WATASHI = SAYA yang berjabatan PREDIKAT di letakkan setelah OBYEK.

Rabu, 16 Juni 2010

Busana

Busana : nui
Jaket : jaketto
Sweater : seta
Rok : sukato
Sandal : sandara
Celana pendek : hanzubon
Kaos kaki : kutsushita
Kaos : T-satsu
Topi : boshi
Jas : koto
Rompi : besuto
Celana panjang : Zubon
Piyama : pajama
Pita : ribon
Sarung : koshimaki
Ikat pinggang : beruto
Kaca mata : megane
Sepatu wanita : fujinkutsu
Sapu tangan : tebukoru

Bangunan

Bangunan : tatemono
Kota : machi
Bank : ginko
Gereja : kyokai
Apartemen : apato
Gudang : kura
Istana : kyujo
Kantor : yakusho
Hotel : hoteru
Losmen : ryokan
Universitas : daigaku
Jembantan : hashi
Rumah : ie/uchie
Menara : todai
Rumah sakit : byoin
Pabrik : kojo
Masjid : mosuku
Museum : hakubutsukan
Villa : besso
Mercu : to teppen
Studio : sutajio
Supermarket : supa
Pengadilan Negri : chiho saibansho
Sekolah : gakko

Antariksa

Antariksa : uchu
Bumi : chikyu
Matahari : taiyo
Pelangi : niji
Bintang : hoshi
Bulan : tsuki
Langit : sora
Gunung : yama
Hujan : ame
Angin : kaze
Danau : miru-umi
Pantai : kaigan

Olahraga & Profesi

Olahraga : supotsu
Balap kuda : keiba
Bola basket : Basukketto boru
Lari : kyoso
Balap sepeda : Saikuringu kyorin
Tenis : tenisu
Bowling : boringu
Golf : gorufu
Renang : suiei
Sepak bola : sakka
Gulat : resuringu
Sky es : suki
Senam : taiso
Panjat tebing : noboru
Terjun : rakka suru
Balap mobil : oto resu
Dayung : kogu
Skating : suketo
Loncat indah : tobikomi
Tenis meja : takkyu
Anggar : fenshingu
Billiard : biriyado
Angkat besi : wito Rifutingu
Tinju : bokushingu
Panahan : acheri
Badminton : badominton
Bola volly : bare bor

Profesi : shugokyo
Pelajar : gakusei
Adminstrasi : shomu
Olahragawan : Supotsuman
Teknisi : gijutsusha
Arsitektur : enchiku
Keamanan : chian
Tukang pos : yubinya
Badut : doke yakusha
Direktur : senmu
Juru masak : ryorinin
Dokter : isa
Guru : sensei
Tukang batu : ishiya
Seniman : geijutsuka
Bankir : ginkoka
Akutansi : kaikei
Jaksa : kenji
Personalia : jinji
Tentara : guntai
Polisi : keisatsu
Sekretaris : shori
Penari : odorite
Pesulap : tejinashi
Profesor : kyoju

Binatang, Bunga, dan Warna

Dobutsu : binatang
Nezumi : tikus
Ushi : lembu jantan
Toka : harimau
Usagi : kelinci
Tatsu : naga
Hebi : ular
Uma : kuda
Hitsuji : kambing
Saru : monyet
Niwatori : ayam jantan
Inu : anjing
Inoshisi : babi jantan liar
Kaeru : katak
Neko : kucing
Buta : babi
Ahiru : itik
Shichimencho : kalkun
Zo : gajah
Yagi : kambing
Kuma : beruang
Wani : buaya
Okami : serigala
Tanuki : sejenis anjing
Kitsune : rubah
Shaka : rusa
Tori : burung
Hato : burung merpati
Suzume : burung pipit
Hotaru : kunang-Kunang
Ari : semut
Ka : nyamuk
Hae : lalat

Ran : anggrek
Sakura : sakura
Kiku : bunga krisan
Matsu : cemara
Take : bambu
Ume : pohon plum
Bara : mawar

Iro : warna
Akai : merah
Aoi : biru
Kiiroi : kuning
Shiroi : putih
Kurui : hitam
Chairo : coklat
Momoiro : pink
Midori : hijau
Murusaki : ungu
Haiiro : abu-abu

Alat & Bahan Makanan

Sato : gula
Shio : garam
Su : cuka
Shoyu : kecap
Sosu : saos
Abura : minyak
Bata : mentega
Chizu : keju
Gyunyu : susu
Serori : daun sledri
Takenoko : rebung
Ueru dan : masak betul
Mideamu : masak setengah matang

Naifu : pisau
Wain : gelas
Supu : sup
Aisukuriima : es krim
Foku : garpu

Nama Makanan

Niku : daging
Sakana : ikan
Sashimi : irisan ikan mentah
Iwashi : ikan sarden
Saba : ikan kembang
Maguro : ikan tongkol
Sake : ikan salmon
Kani : kerang
Ebi : udang
Kaki : tiram
Ika : cumi-cumi
Tako : gurita
Nori : rumput laut
Awabi : tiram

Tofo : tahu
Yakisoba : mie goreng
Yakimeshi : nasi goreng
Ramen : mie kuah
Medayamaki : telur mata sapi
Yudetamago : telur rebus
Tsukemono : minuman